Connect with us

BANTEN

Anggota DPR Prihatinkan Banyaknya Anak Korban Trafficking

Published

on

Anggota Komisi VIII DPR RI H Abdul Halim (depan tengah) pada seminar "Perlindungan Anak dan Perdagangan Manusia" di Rangkasbitung

Suarasenayan.com, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI H Abdul Halim menyatakan prihatin terhadap banyaknya anak-anak Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia atau “human trafficking” dan kekerasan seksual.

“Anak-anak seharusnya mendapat kasih sayang dari orangtua atau pengasuh, bukannya menjadi korban perdagangan manusia serta korban kekerasan seksual,” kata Abdul Halim, di Jakarta, Minggu.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengimbau Pemerintah dan lembaga terkait dapat melindungi anak-anak dari bahaya perdagangan manusia maupun kekerasan seksual.

Abdul Halim yang mengutip data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, pada Januari hingga Maret 2018, tercatat ada sebanyak 32 kasus “trafficking” dan eksploitasi yang dialami anak-anak Indonesia, yang dilaporkan ke KPAI.

“Dari laporan ke KPAI, menurut dia, kasus “trafficking” umumnya adalah eksploitasi seks komersial terhadap anak-anak,” katanya.

Sementara itu, data dari Baresmkim Polri, mencatat sebanyak 422 kasus “trafficking” yang dilaporkan sepanjang tahun 2011 hingga 2017 dan dari jumlah tersebut kasus terbanyak adalah eksploitasi seksual pada anak-anak.

Halim juga mengutip data KPAI perihal korban kekerasan seksual terhadap anak-anak, pada Januari hingga Februari 2018, mencapai 117 anak dan 22 pelaku, terutama pada anak laki-laki.

Sedangkan, sepanjang tahun 2017, anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual sebanyak 393 anak dan 66 pelaku. “Dari kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilaporkan ke KPAI, berasal dari delapan provinsi salah satunya adalah Banten,” katanya.

Baca juga: Perdagangan manusia kejahatan terorganisir, butuh peran masyarakat untuk pencegahan

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I, meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, saat menjadi pembicarta pada seminar di Pandeglang, Banten, Kamis (5/7), mengimbau para orang tua agar lebih berhati-hati dalam mengawasi pergaulan anak, terutama memasuki usia remaja, guna menghindari pengaruh negatif terutama “trafficking” dan kekerasan seksual.

Pada seminar bertema, “Pentingnya Pemahaman Perlindungan Hak Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang”, yang dihadiri sekitar 120 orang peserta, terutama kaum ibu, Halim mengingatkan, para orang tua untu selalu mengawasi putra-putrinya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Adharudin, pada kesempatan tersebut juga mengingatkan, orang tua agar anak-anaknya tidak memberikan peluang kepada orang lain yang untuk melakukan eksploitasi seksual.

Sementara itu, pada seminar serupa di Rangkasbitung, Lebak, Jumat (6/7), yang dihadiri sekitar 130 peserta, Halim juga mengingatkan, agar anak-anak perempuan dapat menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi dan dapat bekerja secara layak.

“Sering terjadi di pedesaan, pernikahan pada usia dini karena kemiskinan dan rendahnya pendidikan. Pendidikan sampai jenjang tinggi, salah satu upaya menghindari pernikahan dini,” katanya.

Ketua LPAI Kabupaten Lebak, Oman Rohmawan, juga mengingatkan agar orang tua dapat menjaga pergaulan anak-anaknya baik di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun di rumah tangga. (sur)


Suara Senayan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redsuarasenayan@gmail.com, dan redaksi@suarasenayan.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BANTEN

Anggota DPR Imbau Swasta Bantu Penduduk Miskin

Published

on

Suarasenayan.com, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI H Abdul Halim mengimbau pihak swasta dan masyarakat mampu dapat berkontriusi membantu pemerintah dalam mengatasi penduduk miskin agar dapat hidup lebih baik.

“Pemerintah telah menerapkan sejumlah program sosial untuk membantu penduduk miskin guna mengatasi kemiskinannya,” kata Abdul Halim, di Jakarta, Minggu.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, program sosial dari Pemerintah untuk membantu rakyat miskin antara lain, program keluarga harapan (PKH) untuk rumah tangga sangat miskin, yakni bantuan biaya pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan ibu menyusui, biaya pendidikan anak, serta penyandang cacat dan lanjut usia.

Bantuan sosial lainnya adalah, jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) untuk berobat gratis di Puskesmas hingga rumah sakit kelas tiga milik Pemerintah, beras untuk keluarga miskin (raskin), dan beberapa program sosial lainnya.

Di sisi lain, Abdul Halim juga melihat penduduk miskin di cenderung meningkat dalam setahun terakhir, salah satu penyebabnya adalah faktor inflasi. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak ini juga mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya kenaikan penduduk miskin dalam setahun terakhir.

Menurut Halim, berdasar data BPS pada periode Maret 2017 hingga September 2017, di Provinsi Banten terjadi peningkatan penduduk miskin sebanyak 24,79 ribu jiwa. Penduduk miskin pada Maret 2017 tercatat 675,04 ribu jiwa naik menjadi 699,83 ribu jiwa pada September 2017. “Dari data BPS tersebut, menyebutkan peningkatan penduduk miskin terjadi di perkotaan maupun pedesaan,” katanya.

Abdul Halim dari daerah pemilihan Banten I berupaya membantu penduduk miskin dengan menyelenggarakan kegiatan pengobatan gratis dan khitanan massal yang diselenggarakan di dua lokasi, di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Menurut Halim, melalui kegiatan khitanan massal ini dia berharap anak-anak dari keluarga miskin dapat dikhitan pada usia anak-anak yang umumnya dikhitan. Kemudian, melalui kegiatan pengobatan gratis dapat membantu masyarakat setempat memeriksakan kondisi kesehatannya. Pada kegiatan tersebut, Halim bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan menghadirkan sebanyak 15 orang dokter medis.

Kegiatan pengobatan gratis dan khitanan massal di pusatkan di Desa Senangsari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu (30/6), kemudian di Desa Cibobos Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, pada Minggu (1/7). “Di dua lokasi tersebut, dilakukan pengobatan gratis kepada 200 warga serta khitanan massal kepada 100 anak dari keluarga miskin dari beberapa desa di sekitarnya,” katanya.

Halim menambahkan, kepada anak-anak yang dikhitan diberikan paket perlengkapan sholat dan uang jajan. Halim juga berharap, kegiatan tersebut dapat memotivasi pihak swasta dan masyarakat mampu untuk turut berkontribusi membantu penduduk miskin. (ant)


Suara Senayan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redsuarasenayan@gmail.com, dan redaksi@suarasenayan.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending